indo-business

Anak Krakatau: Pijar Pesona dari Selat Sunda

Pada tahun 1883, Gunung Krakatau berdiri gagah pada ketinggian 815 meter sebelum meletus dan terjadi kekacauan. Gunung Krakatau meletus dan terbelah, gunung terdekat, Gunung Perbuwatan dan Gunung Danan hilang dalam letusan maha dahsyat itu. Kekuatan letusannya 13.000 kali lebih hebat dari bom atom. Sebuah kawah luas berdiameter 7 kilometer berkedalaman 250 meter muncul setelah letusan.

Letusan itu juga menyebabkan tsunami dengan ketinggian 30-40 meter, suara letusan Gunung Krakatau terdengar nun jauh ribuan kilometer, dua jam setelah letusan, melintasi Samudra Hindia ke Perth, Australia atau sejauh 3.110 kilometer dari Gunung Krakatau. Kabut asap mengubah suhu bumi menurun secara drastis karena cahaya matahari terhalang, penduduk hidup dalam kegelapan selama kurang lebih dua minggu lamanya. Letusan Gunung Krakatau merupakan bencana alam dunia dan salah satu letusan yang paling mengerikan dalam sejarah dunia modern.

Sebelumnya, Gunung Krakatau purba juga meletus secara spektakuler sekitar tahun 535 masehi, menyebabkan era kegelapan bagi dunia. Kegelapan ini sangat dahsyat sehingga sejarah mencatat menjadi salah satu penyebab peradaban Maya, Tikal dan Nazca di Amerika Selatan punah. Letusan ini adalah penyebab terpisahnya pulau Sumatra dan Jawa, mengubah landskap dunia selamanya.

Pada 1927, di lokasi letusan Gunung Krakatau tahun 1883, Anak Krakatau muncul dipermukaan air. Berlokasi di Selat Sunda, antara Sumatra Selatan dan Jawa Barat dikelilingi pulau-pulau kecil bentukan sisa letusan Gunung Krakatau.

DSC02464

Anak Krakatau menjadi daya tarik wisata para turis lokal dan asing karena keindahan panorama dan kisah sejarahnya. Jika Gunung Bromo adalah gunung berapi di sekitaran hutan, Anak Krakatau adalah gunung api ditengah lautan. Jalan satu-satunya menuju ke Anak Krakatau dengan menaiki perahu dari Pantai Carita di pulau Jawa atau dari Lampung di Sumatra. Rute yang disarankan melalui Lampung, Sumatra yang setiap tahun mengadakan Festival Krakatau di bulan Oktober. Obyek wisata lainnya di Lampung diantaranya pantai Guci Batu Kapal, pantai Wartawan, pantai Laguna, dan sumber air panas.

Menuju Anak Krakatau, kendaraan umum dari rute Bakauheni – Bandar Lampung, berhenti di Kalianda dengan membayar 20 ribu rupiah yang dilanjutkan ke dermaga Canti dengan sewa sepeda motor atau kendaraan lain dengan ongkos 20 ribu rupiah. Dari dermaga Canti, Anda bisa menaiki perahu ke pulau Sebesi, pulau terdekat ke Anak Krakatau dengan ongkos 15 – 20 ribu rupiah yang tersedia dari jam 12 siang sampai 2 sore. Perahu ini bisa menampung 40 orang. Perahu ini bisa disewa khusus dengan harga 3 juta rupiah.

Pulau Sebesi menyediakan berbagai macam penginapan untuk sendiri atau untuk grup 8 sampai 10 orang per kamar. Disekitar pulau Sebesi banyak pulau-pulau kecil lain yang bisa dikunjungi, pulau Sebuku, Umang-umang dan Lagoon Cabe, Anda harus melihat keindahan bawah laut di Lagoon Cabe yang sudah terkenal sebagai titik snorkeling yang bagus. Dipulau Sebesi listrik hanya menyala jam 6 sore sampai jam 12 malam, bawalah kabel ekstensi untuk menghemat waktu mengisi baterai gadget Anda.

Persiapkan perlengkapan, terutama minuman di pulau Sebesi karena di Anak Krakatau tidak ada air mineral. Dari pulau Sebesi, para pengunjung menuju Anak Krakatau dipagi hari sekitar jam 4 – 5 pagi sebelum matahari terbit untuk menyaksikan letusan kecil Anak Krakatau bak kembang api diremang pagi. Membutuhkan waktu 1.5 sampai 2 jam dari pulau Sebesi ke Anak Krakatau. Nikmati perjalanan pagi dilautan saat air laut cenderung tenang.

Ketinggian Anak Krakatau bertambah sekitar 6 sampai 7 meter setiap tahun disebabkan aktivitas vulkanik yang masih aktif. Pada 2014 ketinggian Anak Krakatau mencapai 450 meter, aliran lava masih aktif tersembur dari puncaknya bak kembang api. Para ahli mengatakan Anak Krakatau relatif aman walaupun masih keadaan aktif. Sekali waktu para pengunjung dilarang mengunjungi area Anak Krakatau saat aktifitasnya meningkat. Sebagai pencegahan pengunjung dilarang mendaki sampai puncak Anak Krakatau sejak 2011. Pendakian hanya diperbolehkan sampai 200 meter ditandai pos penjagaan, pendakian ini memakan waktu sekitar 30-45 menit. Pasir hitam dan asap Anak Krakatau jelas terlihat dari titik akhir ini, abadikan kenangan Anda dengan foto-foto disini. Setiap pendakian akan ditemani petugas dari Pusat Konservasi Sumber Daya Alam Lampung untuk alasan keamanan. – Irma dewi 3rd Feb 2015



style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-2356441712315897"
data-ad-slot="5941465484"
data-ad-format="auto">

Show Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *